SUMENEP, RANGKUMAN – Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025, kemarin disambut penuh kekhusyukan oleh masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Perayaan tahunan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai pengorbanan dan solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto, menyampaikan bahwa Idul Adha harus dimaknai lebih dari sekadar ritual keagamaan. Ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan ini sebagai refleksi mendalam terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian antar sesama.
“Idul Adha bukan semata-mata soal penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, ini adalah pelajaran tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Arif. Senin (9/6).
Ia menekankan bahwa semangat kurban sejalan dengan prinsip-prinsip pembangunan daerah yang mengedepankan kerja sama, empati, dan tanggung jawab sosial.
“Pembangunan tidak bisa berdiri sendiri. Ia membutuhkan pengorbanan dari banyak pihak, kolaborasi yang solid, serta empati terhadap kebutuhan masyarakat. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan semangat Idul Adha,” jelasnya.
Arif juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan.
“Semangat gotong royong dan kepedulian harus menjadi bagian dari identitas masyarakat Sumenep. Mari kita bersama membangun Sumenep yang lebih inklusif dan berkeadilan,” imbuhnya.
Dalam perayaan Idul Adha tahun ini, sejumlah instansi pemerintah di Sumenep turut ambil bagian dalam pelaksanaan kurban dan penyaluran daging kepada masyarakat sekitar. Inisiatif ini menjadi bentuk nyata kepedulian dan komitmen pemerintah dalam memperkuat jalinan sosial dengan warga.
Perayaan Idul Adha diharapkan menjadi pijakan bersama untuk mendorong pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.***
