Ketua LBH Achmad Madani Putra Ingatkan Masyarakat Sumenep: Haji Bukan Soal Uang, Tapi Soal Panggilan Tuhan dan Prosedur yang Benar

POTRET. Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Achmad Madani Putra, H. Kamarullah, (Dok. Ury/Rangkuman.net) 

SUMENEP, RANGKUMAN — Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Achmad Madani Putra, H. Kamarullah, menyampaikan peringatan penting kepada masyarakat, khususnya warga Kabupaten Sumenep, terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 2025. Dalam keterangannya, ia menekankan bahwa ibadah haji bukan hanya soal niat dan kesiapan materi, tetapi mutlak soal panggilan dari Allah SWT dan harus dijalankan dengan prosedur yang sah dan benar.

“Jika niat sudah bulat untuk berhaji, tapi pelaksanaannya tidak sesuai aturan, bukan keberkahan yang didapat, tapi justru kemudaratan,” tegas Kamarullah.

Fakta Haji 2025: Visa Bukan Jaminan

Dalam pelaksanaan haji tahun ini, Kamarullah mengungkapkan fakta mengejutkan. Tidak ada satu pun visa haji Furoda yang terbit di Indonesia karena user-nya tidak dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa uang bukanlah segalanya untuk bisa berhaji.

“Visa hanyalah syarat untuk masuk ke Arab Saudi, bukan jaminan mutlak seseorang dapat menunaikan ibadah haji,” ujarnya.

Haji Reguler Juga Penuh Tantangan

Kamarullah juga membantah anggapan bahwa haji reguler adalah jalur yang paling aman. Menurutnya, banyak juga jamaah haji reguler yang akhirnya gagal berangkat karena masalah administratif seperti visa yang tidak setem atau tidak keluarnya tasreh haji (izin beribadah haji dari otoritas Arab Saudi).

“Ada yang dapat visa, tapi tidak bisa berhaji karena tidak mengantongi tasreh. Ada pula yang sudah mengantongi semua dokumen tapi tetap gagal berangkat karena sistem pelaksanaan yang keliru,” katanya.

Pentingnya Persiapan dan Pengawasan

Untuk itu, Kamarullah meminta agar seluruh pihak, khususnya Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, lebih cermat dan teliti dalam menyiapkan keberangkatan jamaah haji. Ia menekankan pentingnya memilih petugas haji yang benar-benar kredibel dan berpengalaman, bukan semata karena kedekatan personal.

“Jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul dalam satu waktu di Tanah Suci. Kalau yang mengurus tidak berpengalaman, bisa kacau. Ini bukan urusan main-main,” tegasnya.

Ajak Warga Sumenep Belajar dan Berbagi Pengalaman

Kamarullah juga mengajak masyarakat Sumenep yang berniat menunaikan haji agar saling berbagi informasi dan pengalaman. Menurutnya, pemahaman kolektif akan sangat membantu meminimalisir kesalahan dalam persiapan dan pelaksanaan haji di masa mendatang.

“Mari kita saling menguatkan. Baik yang memilih jalur reguler, plus, maupun furoda. Yang penting adalah kesiapan lahir batin dan memahami aturan yang berlaku,” tutupnya.***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *