Desa Badur Raih Stan Terbaik 1 se Kecamatan Batu Putih di Festival Desa Wisata Sumenep 2025

SUMENEP, RANGKUMAN– Festival Desa Wisata Sumenep 2025 yang digelar di depan Pendopo Agung Keraton Sumenep berlangsung meriah dan penuh semangat kolaboratif antar desa.
Ajang tahunan ini menjadi panggung strategis bagi desa-desa wisata di Kabupaten Sumenep untuk mempromosikan potensi lokalnya, baik dari segi budaya, kuliner, maupun kerajinan unggulan.
Salah satu sorotan utama dalam festival tahun ini adalah keberhasilan Desa Badur, Kecamatan Batuputih, yang dinobatkan sebagai stan terbaik nomor satu mewakili kecamatan tersebut.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi masyarakat Desa Badur, tetapi juga bagi seluruh Kecamatan Batuputih yang turut mendukung penuh gelaran ini.
Kepala Desa Badur, Atnawi, yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, stan Desa Badur mendapatkan penilaian sebagai stan terbaik. Ini adalah hasil kerja keras masyarakat dan dukungan penuh dari Kecamatan Batuputih. Kami tidak hanya menampilkan kekayaan alam dan budaya, tapi juga menekankan pada semangat kolaborasi dan kreativitas,” ujar Atnawi. Pada Rangkuman, Sabtu (21/06/2025) Malam.
Dalam stan yang ditampilkan, Desa Badur menghadirkan berbagai potensi wisata unggulan, mulai dari keindahan alam pesisir, produk kuliner khas desa, hingga kerajinan tangan berbasis tradisi lokal.
Tidak hanya itu, partisipasi aktif generasi muda dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) membuat stan ini terasa hidup dan interaktif.
Festival ini juga menjadi ajang unjuk gigi bagi desa-desa lain di Batuputih, seperti Desa Juruan Daya, yang turut menampilkan potensi wisatanya dengan konsep yang menarik dan edukatif.
Dukungan dari seluruh desa di Kecamatan Batuputih menunjukkan komitmen kolektif untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai tulang punggung pengembangan ekonomi lokal.
“Festival ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan atau pameran, tapi lebih jauh dari itu, ini adalah ruang untuk saling belajar, saling mendukung, dan memperkuat identitas kultural desa-desa wisata di Sumenep,” tambah Atnawi.
Acara ini mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat dan para pengunjung yang memadati area depan Pendopo Sumenep. Panitia penyelenggara pun menilai bahwa gelaran tahun ini berjalan sukses dan membawa dampak positif terhadap promosi pariwisata desa di Kabupaten Sumenep.
Dengan suksesnya Festival Desa Wisata Sumenep 2025, diharapkan akan mendorong lebih banyak inovasi dari desa-desa wisata lainnya di masa mendatang, serta memperkuat posisi Sumenep sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal di tingkat regional dan nasional.***

Tinggalkan Komentar