SUMENEP, RANGKUMAN – Layanan di Puskesmas Bluto, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah warga mengeluhkan antrean panjang dan lambatnya pelayanan, yang disebut-sebut akibat gangguan sistem Elektronik Rekam Medis (ERM) pada Kamis (30/10/2025).
Akibat eror tersebut, pelayanan pasien sempat lumpuh beberapa jam hingga membuat warga menunggu lama tanpa kepastian. Salah satu warga, N, asal Kecamatan Bluto, mengaku kecewa dengan kondisi pelayanan yang dianggap tidak sigap menghadapi situasi darurat.
“Saya datang pagi-pagi jam delapan untuk periksa kehamilan istri, tapi sampai jam sebelas belum juga diperiksa. Katanya sistemnya eror. Harusnya langsung pakai antrean manual biar pasien tidak menumpuk,” keluhnya kepada Rangkuman.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pasien lain. Mereka menilai, lambannya respon petugas saat sistem mengalami gangguan berpotensi membahayakan pasien yang datang dengan kondisi darurat.
“Kalau pasiennya kritis bagaimana? Bisa terlambat ditangani. Ini pelayanan kesehatan, bukan sekadar antre beli tiket,” ungkap seorang warga lain dengan nada kesal.
Kepala Puskesmas Akui Terlambat Ambil Langkah
Menanggapi keluhan warga, Kepala Puskesmas Bluto Rifmi Utami membenarkan bahwa gangguan memang terjadi pada sistem ERM, yang selama ini digunakan untuk mencatat data dan administrasi pasien.
“Benar, terjadi eror pada aplikasi rekam medis. Biasanya gangguan seperti ini hanya sebentar, sekitar 15 menit sudah normal. Tapi kali ini agak lama dan tidak seperti biasanya,” jelas Rifmi saat dikonfirmasi.
Rifmi mengaku, pihaknya sempat menunggu sistem kembali pulih sebelum akhirnya memutuskan menggunakan antrean manual.
“Selama menunggu, kami tidak bisa memprediksi kalau erornya bakal lama. Akhirnya kami ambil keputusan pakai antrean manual supaya pelayanan tetap berjalan,” ujarnya.
Namun, Rifmi tak menampik bahwa keputusan itu seharusnya bisa diambil lebih cepat agar pelayanan tidak tertunda terlalu lama.
“Saya sudah evaluasi ke teman-teman, kalau nanti sistem eror lagi, segera beralih ke manual. Jangan menunggu terlalu lama,” tegasnya.
Menurut Rifmi, gangguan sistem bukan kali pertama terjadi. Penyebabnya bisa bermacam-macam mulai dari jaringan internet, server pusat, hingga pemadaman listrik.
“Ini murni eror sistem. Kami sudah koordinasi dengan Kominfo agar segera dibenahi. Kami mohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” pungkasnya.
Dinkes Sumenep Turun Tangan
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Ellya Fardasah, menyatakan akan segera menelusuri akar permasalahan di lapangan.
“Sebentar, saya konfirmasi dulu ke pihak Puskesmas. Kami akan cek apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa bisa mengganggu pelayanan,” ujarnya singkat saat dihubungi wartawan.
Ellya menegaskan, pihaknya tidak akan menoleransi kelalaian yang berdampak pada terganggunya hak masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan yang cepat, layak, dan manusiawi.
Warga Desak Evaluasi Menyeluruh
Sejumlah warga berharap Dinas Kesehatan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Puskesmas Bluto, termasuk kesiapsiagaan petugas saat sistem digital mengalami kendala.
“Kalau cuma salah sistem tapi pasien jadi korban, itu sama saja tidak profesional. Puskesmas harus punya langkah cepat, bukan hanya alasan,” ujar salah satu warga.
Gangguan sistem mungkin bisa dimaklumi, namun bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, waktu adalah nyawa.***
