SUMENEP, RANGKUMAN – Dugaan pembagian menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dua hari sekaligus di Kecamatan Batu Putih kembali mencuat setelah siswa menerima roti yang diduga sudah tidak layak konsumsi. Temuan ini memunculkan banyak pertanyaan, namun pihak SPPI MBG Batuputih memilih bersikap sangat minim komentar.
Salah satu guru SMK, berinisial K, sebelumnya mengungkapkan bahwa dapur MBG membagikan jatah Kamis dan Jumat dalam satu waktu. Akibatnya, roti yang diterima siswa pada Jumat (28/11/2025) terasa asam dan diduga sudah basi.
“Roti yang diterima siswa pada Jumat itu rasanya asam. Diduga sudah tidak layak makan,” ujar K.
Di tengah sorotan tersebut, konfirmasi kepada perwakilan SPPI MBG Batuputih, Fawaid, justru tidak menghasilkan penjelasan rinci. Ia hanya memberikan jawaban singkat bahwa ia harus meminta izin pimpinan.
“Waalaikum salam, iya siap. Saya izin pimpinan dulu. Karena di kami ada SOP yang harus diterapkan, Bapak.” singkatnya.
Sikap irit bicara SPPI MBG ini menimbulkan tanda tanya baru. Publik berharap adanya penjelasan mengenai,
apakah pembagian jatah rangkap hari merupakan kebijakan resmi, apakah ada potensi pelanggaran SOP distribusi harian MBG, dan bagaimana pengawasan dilakukan, terutama terkait keamanan pangan.
Dalam aturan umum program MBG, makanan diwajibkan dibagikan secara harian (day-to-day distribution), bukan dua hari sekaligus, kecuali dalam keadaan darurat tertentu. Menu basah dilarang diberikan untuk konsumsi keesokan harinya karena berisiko menimbulkan kerusakan makanan (food safety hazard).
Owner MBG Batu Putih Akui Pembagian Rangkap Hari
Tak seperti SPPI, pemilik yayasan MBG Batu Putih, H. Mawardi, memberikan keterangan lebih terbuka. Ia membenarkan pembagian jatah dua hari sekaligus dengan alasan sekolah-sekolah Kemenag libur pada Jumat.
“Menu hari Jumat dibagikan bersamaan dengan menu hari Kamis. Kalau dimakan besok lalu terasa beda, itu wajar,”. Ucapnya.
Mawardi menyebut bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan internal dan menyimpan sampel menu di freezer sebagai bentuk pengawasan.
Publik Menunggu Penjelasan Resmi SPPI MBG
Meski terdapat klarifikasi dari pihak penyedia dapur, publik menilai penjelasan dari SPPI MBG Batuputih justru lebih penting, mengingat SPPI adalah pihak yang memiliki kewenangan pengawasan langsung atas pelaksanaan program.
Namun hingga kini, SPPI MBG belum memberikan keterangan lebih jauh selain pernyataan singkat bahwa mereka harus mengikuti SOP sebelum merespons.
Situasi ini membuat dugaan pelanggaran SOP MBG di Batu Putih masih menggantung tanpa klarifikasi resmi.***
