SUMENEP, RANGKUMAN – Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura menghadirkan semarak Ramadan dengan rangkaian kegiatan akademik dan keagamaan yang memperkuat kedisiplinan, kepedulian, serta kebersamaan di kalangan mahasiswa dan civitas akademika.
Achmad Zuhri, Kepala LPPM UNIBA Madura, mengungkapkan bahwa tradisi ini telah berjalan sejak 2021 pasca-pandemi Covid-19.
Salah satu program unggulannya adalah kultum interaktif yang dipandu oleh dosen dari berbagai disiplin ilmu.
“Kami tidak hanya menyajikan ceramah keagamaan, tetapi juga membahas Ramadan dari berbagai perspektif keilmuan. Hal ini menjadikan Ramadan di UNIBA lebih bermakna dan inspiratif,” jelasnya.
Selain kultum, suasana kebersamaan semakin terasa melalui buka puasa bersama, salat berjamaah, dan tadarus.
Tak hanya berlangsung secara langsung, kegiatan ini juga didokumentasikan dan dibagikan melalui kanal YouTube serta radio kampus UNIBA, menjangkau lebih banyak mahasiswa.
Wakil Rektor I, Budi Suswanto, menegaskan bahwa program ini bertujuan membangun karakter mahasiswa agar lebih disiplin dan peduli terhadap sesama.
“Kami ingin menciptakan lingkungan yang penuh kebersamaan, di mana mahasiswa dan dosen bisa berbagi ilmu serta pengalaman sambil menikmati momen berbuka bersama. Harapannya, nilai-nilai ini bisa terus mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Tak hanya memperkaya spiritualitas, UNIBA Madura juga menghubungkan Ramadan dengan pembelajaran akademik. Mahasiswa Teknik Informatika, misalnya, diajak mendalami digitalisasi dalam konteks Ramadan. Pendekatan ini membuat proses belajar tetap menarik dan relevan meskipun di bulan puasa.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, UNIBA Madura membuktikan bahwa Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan keilmuan bagi seluruh civitas akademika.***
