Ekobis
Beranda » Blog » Lebih dari 17 Ribu Penumpang Gunakan Terminal Arya Wiraraja Sumenep Saat Mudik dan Arus Balik Lebaran 2025

Lebih dari 17 Ribu Penumpang Gunakan Terminal Arya Wiraraja Sumenep Saat Mudik dan Arus Balik Lebaran 2025

POTRET. Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Arya Wiraraja Sumenep, Handoko Imam Hanafi, saat memaparkan data penumpang. (Dok. Ury/Rangkuman.net) 

SUMENEP, RANGKUMAN – Peningkatan signifikan terjadi pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2025 di Terminal Arya Wiraraja Sumenep.

Berdasarkan data dari Satuan Pelayanan Terminal, jumlah kendaraan dan penumpang yang datang serta berangkat mengalami lonjakan, terutama pada puncak mudik H-1 (30 Maret 2025) dan puncak arus balik H+4 (4 April 2025).

Menurut Handoko Imam Hanafi, Pengawas Satuan Pelayanan Terminal, arus mudik mulai meningkat sejak H-7 (24 Maret 2025) dengan jumlah kendaraan yang datang mencapai 80 unit dan penumpang sebanyak 463 orang.

Peningkatan terus terjadi hingga mencapai puncaknya pada H-1 (Minggu, 30 Maret 2025) dengan 84 kendaraan dan 678 penumpang yang datang. Sementara itu, kendaraan yang berangkat pada hari tersebut tercatat sebanyak 94 unit dengan 528 penumpang.

Puncak Arus Balik Terjadi di H+4

Setelah perayaan Idul Fitri, arus balik mulai terlihat pada H+1 (1 April 2025) dengan 607 penumpang datang dan 564 penumpang berangkat. Lonjakan tertinggi tercatat pada H+4 (4 April 2025), di mana jumlah kendaraan yang datang mencapai 104 unit dengan 765 penumpang, sementara kendaraan yang berangkat sebanyak 96 unit dengan 1.156 penumpang.

“Data ini menunjukkan bahwa H+4 menjadi puncak arus balik, di mana banyak pemudik mulai kembali ke kota asal mereka setelah merayakan Lebaran di kampung halaman,” jelas Handoko Imam Hanafi.

Pasca Arus Balik: Aktivitas Terminal Berangsur Normal

Memasuki H+7 (7 April 2025), aktivitas di terminal mulai berangsur normal. Jumlah kendaraan dan penumpang yang datang serta berangkat mengalami penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Pada H+10 (10 April 2025), jumlah kendaraan yang datang hanya 55 unit dengan 287 penumpang, sedangkan kendaraan yang berangkat tercatat 91 unit dengan 448 penumpang.

Handoko menambahkan bahwa pihak terminal telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk mengatasi lonjakan penumpang selama masa mudik dan arus balik, termasuk peningkatan jumlah petugas, pemeriksaan kendaraan, dan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan kelancaran lalu lintas.

“Kami mengimbau para penumpang untuk tetap memperhatikan keselamatan dan mengikuti aturan yang berlaku di terminal agar perjalanan mudik dan balik berlangsung aman dan nyaman,” tutupnya.

Dengan arus balik yang mulai menurun, kondisi terminal diharapkan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.***

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.