Gotong Royong Warga Basoka Atasi Longsor, Kades Minta Tindak Lanjut dari Kabupaten

SUEMENEP, RANGKUMAN – Bencana tanah longsor yang terjadi di jalur utama PUD di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk turun tangan langsung.
Ratusan warga dari berbagai lapisan usia terlihat bergotong royong menyingkirkan material longsor yang menutup akses vital desa tersebut. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Basoka, Achmad Suhdi, sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab atas keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Bencana longsor terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir. Kondisi geografis yang berupa tanah lereng dan minimnya sistem drainase di sekitar lokasi menyebabkan tanah mudah tergerus air.
Akibatnya, jalur PUD yang menghubungkan desa dengan wilayah pertanian dan pusat distribusi ekonomi warga tertutup material longsor sepanjang belasan meter.
Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Desa Basoka, Achmad Suhdi, segera mengambil inisiatif dengan menggerakkan warga untuk melakukan aksi gotong royong secara massal pada Senin pagi (20/5).
Dengan hanya mengandalkan peralatan manual seperti cangkul, sekop, dan alat tradisional lainnya, masyarakat secara sukarela membersihkan tanah dan batu yang menutupi badan jalan.
“Kami tidak punya waktu menunggu alat berat dari kabupaten. Jalan ini adalah urat nadi ekonomi dan akses utama anak-anak sekolah, petani, serta warga yang hendak ke pasar atau ke layanan kesehatan,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa ada ratusan warga secara sukarela hadir sejak pagi hari, bekerja sama tanpa bayaran demi mempercepat proses pembersihan jalur. Aksi ini juga menjadi bentuk solidaritas dan kekompakan masyarakat Basoka dalam menghadapi musibah.
“Gotong royong adalah kekuatan desa kami. Namun kami tetap sangat berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Kondisi jalan ini rawan longsor dan jika dibiarkan tanpa perbaikan struktural, akan berbahaya,” lanjutnya.
Pihak desa, kata dia, telah berkoordinasi dengan kecamatan dan mengirimkan laporan resmi ke dinas terkait di tingkat kabupaten. Namun hingga saat ini, belum ada bantuan alat berat ataupun tim teknis yang turun langsung ke lokasi.
Jalur yang terdampak longsor merupakan jalur PUD, yang selama ini menjadi akses utama masyarakat desa menuju lahan pertanian dan permukiman.
Selain itu, jalur tersebut juga menjadi penghubung ke desa-desa lain di Kecamatan Rubaru. Dengan tertutupnya jalur ini, aktivitas ekonomi dan mobilitas warga terganggu secara signifikan.
“Kami khawatir akan terjadi longsor susulan, apalagi jika hujan turun lagi. Struktur tanah sangat labil. Kami butuh penanganan cepat, seperti talud penahan tanah, perbaikan sistem drainase, dan pengerasan badan jalan,” terang Kades Basoka.
Ia pun meminta agar Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas PU dan BPBD segera merespon dengan mengirimkan tim survei dan bantuan teknis.
Harapannya, agar jalan ini tidak hanya dibersihkan sementara, namun juga dibangun ulang dengan standar yang memadai untuk jangka panjang.
Sementara itu, warga berharap agar gotong royong yang telah dilakukan bisa menjadi pemicu perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur pedesaan yang kerap terabaikan.
“Kalau hanya mengandalkan tenaga masyarakat, kami tidak bisa bertahan terus. Kami butuh solusi permanen,” ujar salah satu warga.
Aksi gotong royong hari ini bukan hanya menjadi bentuk respons cepat terhadap bencana, tetapi juga menjadi simbol kekuatan dan kemandirian desa dalam menghadapi keterbatasan.
Meski demikian, masyarakat tetap berharap ada kepedulian nyata dari pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang dan akses jalan desa bisa lebih aman dan layak digunakan.***

Tinggalkan Komentar