NASIONAL, RANGKUMAN – Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, meminta maaf kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penyelundupan senjata ke kelompoknya setelah jaringan tersebut berhasil diungkap aparat keamanan.
“Kami meminta maaf kepada semua yang telah mendukung suplai senjata ke TPNPB-OPM, baik dari kalangan TNI, Polri, maupun sipil,” ujar Sebby, dikutip Rangkuman.net dari Tempo. Minggu (16/03)
Sebby menyebut bahwa terbongkarnya jaringan ini disebabkan oleh kesalahan internal kelompoknya. Ia menduga Yuni Enumbi, salah satu anggotanya, kurang berhati-hati sehingga membocorkan informasi kepada pihak keamanan.
“Ini karena Yuni Enumbi tidak siap mental dan akhirnya ‘bernyanyi’. Akibatnya, jaringan kita menjadi korban,” katanya.
Meski demikian, Sebby menegaskan bahwa terbongkarnya jaringan pemasok senjata api ilegal ini tidak akan menghentikan operasi TPNPB-OPM. Ia mengklaim kelompoknya masih memiliki jalur lain untuk mendapatkan senjata, meski enggan menjelaskan detailnya.
Sebelumnya, Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2025 dan Kepolisian Daerah Papua berhasil membongkar jaringan pemasok senjata api untuk TPNPB-OPM.
Dalam pengungkapan tersebut, teridentifikasi dua mantan prajurit TNI, Yuni Enumbi dan Eko Sugiyono, yang diduga terlibat dalam penjualan senjata kepada OPM sejak 2022. Keduanya merupakan eks anggota Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari yang telah diberhentikan dari dinas militer.
Selain itu, Polda Papua dan Polda Jawa Timur juga mengungkap jaringan pembuat senjata api di Bojonegoro, Jawa Timur.
Sejumlah nama, termasuk Teguh Priyono, M. Kamaluddin, Pujiono, dan Adi Pamungkas, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal Patrige Rudolf Renwarin, menyatakan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari tertangkapnya Yuni Enumbi.***
