KBM di Sumenep Kembali Normal, Cabdin Pastikan Tidak Ada Siswa SMA Ikut Demo

SUMENEP, RANGKUMAN – Setelah sempat melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring pada 1 September lalu, kini seluruh SMA di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Sumenep telah kembali ke sistem pembelajaran tatap muka.
Kepala Cabdin Sumenep, Budi Sulistyo, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil menyusul kondisi wilayah Sumenep yang dinilai aman dan kondusif.
“Pada tanggal 29 Agustus kami sudah membuat edaran bahwa kegiatan belajar bisa dilakukan secara daring maupun luring, sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Namun pada 1 September hanya dua sekolah yang melaksanakan daring, yakni SMA Negeri 1 Sumenep dan SMK 1 Sumenep. Alhamdulillah sejak tanggal 2, seluruh sekolah kembali tatap muka,” ujarnya, Minggu (8/9/2025).
Budi menegaskan, pelaksanaan KBM tatap muka berjalan lancar tanpa kendala berarti. Berdasarkan sistem pelaporan harian dari wali kelas ke sekolah hingga masuk ke Cabdin, tingkat kehadiran siswa terpantau normal.
“Data dari 1 sampai 4 September menunjukkan hampir semua siswa mengikuti pembelajaran dengan baik. Misalnya, di SMA Negeri 1 Lenteng jumlah siswa 180, yang izin 3 orang, sakit 5 orang, dan tidak ada yang alfa. Begitu juga di sekolah swasta, data menunjukkan kehadiran relatif penuh,” jelasnya.
Terkait isu adanya pelibatan pelajar dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu, Budi memastikan bahwa sejauh ini tidak ada siswa SMA di wilayah Sumenep yang terlibat.
“Alhamdulillah, tidak ada indikasi keterlibatan siswa SMA dalam aksi demo. Kami selalu koordinasi dengan pihak kepolisian dan intelijen untuk memastikan hal ini, karena masa depan anak-anak jangan sampai terganggu dengan hal-hal yang tidak semestinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau para kepala sekolah dan guru untuk terus memantau kondisi psikologis maupun kebutuhan siswanya. Menurutnya, pembinaan karakter dan kegiatan positif sangat penting untuk menghindarkan pelajar dari pengaruh negatif.
“Kami sudah meminta agar sekolah rutin melaksanakan kegiatan pembinaan, seperti apel atau upacara, yang juga melibatkan pembina dari kepolisian maupun TNI. Harapannya anak-anak lebih disiplin dan fokus pada pendidikan demi masa depan mereka,” pungkas Budi.***

Tinggalkan Komentar