Pemerintahan
Beranda » Blog » Pasien Kepulauan Sumenep Masih Andalkan Kapal Swasta untuk Rujukan Medis, Dinkes Diminta Sediakan Ambulans Laut

Pasien Kepulauan Sumenep Masih Andalkan Kapal Swasta untuk Rujukan Medis, Dinkes Diminta Sediakan Ambulans Laut

POTRET. Kepala Dinas Kesehatan, Pemberdayaan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Ellya Fardasah (Dok. Istimewa/Rangkuman.net) 

SUMENEP, RANGKUMAN – Hingga kini, masyarakat di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep masih menghadapi kesulitan besar saat hendak merujuk pasien ke daratan.

Ketiadaan ambulans laut memaksa tenaga kesehatan (nakes) dan warga untuk mengandalkan kapal swasta, yang dinilai tidak memenuhi standar medis dan menimbulkan beban biaya tambahan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pemberdayaan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Ellya Fardasah, mengakui bahwa fasilitas rujukan di kepulauan belum memadai.

“Untuk di Sapudi, kapal yang digunakan untuk merujuk pasien merupakan hasil kerja sama puskesmas dengan pemilik kapal swasta,” ujarnya, Kamis (05/8/2025).

Namun, ia menyebutkan bahwa kerja sama semacam itu baru terjadi di Pulau Sapudi saja. Kepulauan lain seperti Raas, Kangean, dan sekitarnya masih belum memiliki fasilitas sejenis.

Menurut Ellya, tarif rujukan pasien menggunakan kapal swasta tetap mengacu pada anggaran kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), disesuaikan dengan jarak tempuh (mil). Namun, ia enggan membeberkan lebih lanjut ihwal tarif pasti maupun kendala yang menyebabkan ambulans laut belum tersedia hingga kini.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Agus Abdullah, warga Desa Kropoh, Kecamatan/Pulau Raas, secara tegas meminta pemerintah daerah melalui Dinkes P2KB untuk segera menyediakan ambulans laut yang layak.

“Kami di kepulauan ingin pelayanan kesehatan yang sama seperti di daratan. Kalau ada pasien yang harus dirujuk, harusnya ada ambulans laut, bukan kapal biasa yang sewanya mahal dan belum tentu aman,” tegas Agus.

Situasi ini mempertegas kesenjangan layanan kesehatan antara daratan dan kepulauan di Sumenep. Dengan lebih dari 100 pulau yang tersebar di wilayah administratifnya, penyediaan ambulans laut menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kesehatan benar-benar inklusif dan merata.***

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.