Internasional
Beranda » Blog » WNI Chrissahdah Tooy Ditangkap dalam Operasi Imigrasi ICE di Los Angeles

WNI Chrissahdah Tooy Ditangkap dalam Operasi Imigrasi ICE di Los Angeles

POTRET. Ilustrasi penampakan WNI Chrissahdah Tooy (48) saat ditangkap oleh pihak Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) dalam sebuah operasi di Los Angeles, California, pada Sabtu, 7 Juni 2025. (Dok. Istimewa/Rangkuman.net) 

INTERNASIONAL, RANGKUMAN – Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Chrissahdah Tooy (48) ditangkap oleh pihak Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) dalam sebuah operasi di Los Angeles, California, pada Sabtu, 7 Juni 2025, kemarin.

Kabar penangkapan ini diumumkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS melalui akun X resmi mereka pada Senin, 9 Juni 2025.

“Pada 7 Juni 2025, ICE Los Angeles secara administratif menangkap Chrissahdah Tooy, 48 tahun, seorang warga negara Indonesia,” tulis DHS dalam unggahan tersebut. Dikutip dari Tempo, Selasa (10/06)

Tooy disebut memiliki sejumlah catatan kriminal, termasuk kasus narkotika, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, dan pelanggaran imigrasi karena masuk ke wilayah AS secara ilegal.

Dalam operasi tersebut, ICE total menangkap 12 orang. Namun, dalam rilis awal yang disampaikan DHS pada Ahad, 8 Juni 2025, hanya tercantum 11 nama. Nama Chrissahdah Tooy kemudian diumumkan secara terpisah.

Asisten Menteri DHS, Tricia McLaughlin, dalam pernyataannya menyoroti pejabat setempat yang dinilainya tidak mendukung penegakan hukum federal. Ia menuding Gubernur California Gavin Newsom dan Wali Kota Los Angeles Karen Bass berpihak pada pelaku kejahatan.

“Mengapa Gubernur Newsom dan Wali Kota Karen Bass lebih peduli pada pembunuh dan pelaku kejahatan seksual dibandingkan melindungi warganya sendiri?” ujar McLaughlin. “Alih-alih membuat kerusuhan, mereka seharusnya berterima kasih kepada petugas ICE yang menjaga keamanan komunitas.”

Berikut adalah daftar lengkap nama-nama yang ditangkap dalam operasi tersebut:

Chrissahdah Tooy (Indonesia)

Cuong Chanh Phan (Vietnam)

Rolando Veneracion-Enriquez (Filipina)

Lionel Sanchez-Laguna (Meksiko)

Armando Ordaz (Meksiko)

Francisco Sanchez-Arguello (Meksiko)

Jose Gregorio Medranda Ortiz (Ekuador)

Victor Mendoza-Aguilar (Meksiko)

Delfino Aguilar-Martinez (Meksiko)

Jose Cristobal Hernandez-Buitron (Peru)

Jordan Mauricio Meza-Esquibel (Honduras)

Jesus Alan Hernandez-Morales (Meksiko)

Penangkapan ini memicu gelombang demonstrasi besar-besaran di Los Angeles yang menolak tindakan keras terhadap imigran ilegal. Pada Ahad, 8 Juni 2025, Presiden AS Donald Trump mengerahkan pasukan Garda Nasional California ke jalan-jalan di kota tersebut untuk meredam kerusuhan yang terjadi.

Trump juga mengeluarkan larangan penggunaan masker saat unjuk rasa berlangsung, serta menyerukan aparat keamanan untuk menangkap demonstran yang mengenakan penutup wajah.

“TANGKAP ORANG-ORANG YANG MENGGUNAKAN MASKER WAJAH, SEKARANG,” tulis Presiden melalui akun media sosialnya, Social Truth.

Situasi di Los Angeles masih memanas seiring meningkatnya ketegangan antara kebijakan federal dan pemerintah lokal terkait isu imigrasi.***

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.