Diduga Terima Gadai BPKB Motor Pelsus, BMT NU Dungkek Jadi Sorotan Warga

SUMENEP, RANGKUMAN – Lembaga keuangan berbasis syariah BMT NU yang beroperasi di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan warga. Lembaga tersebut diduga menerima jaminan BPKB sepeda motor pelayanan khusus (pelsus) yang berujung pada penyitaan hingga pelelangan kendaraan tanpa persetujuan pemilik sah.
Seorang warga Dungkek berinisial D mengaku menjadi korban dalam kasus tersebut. Ia menyebut sepeda motor miliknya yang berstatus motor pelsus dilelang oleh pihak BMT NU, meskipun ia tidak pernah mengajukan pembiayaan atau pinjaman ke lembaga tersebut.
“Awalnya BPKB motor saya dipinjam teman untuk jaminan pinjaman ke BMT NU. Tapi ketika teman saya tidak mampu melunasi, motor saya justru disita. Padahal itu motor pelsus,” ujar D kepada wartawan, dengan nada kecewa.
Menurut D, kendaraan tersebut sempat berada cukup lama di pihak BMT NU. Hingga pada suatu waktu, ia didatangi petugas yang mengaku berasal dari kantor pusat dan menyampaikan bahwa motor tersebut harus dijual karena tidak ada penyelesaian dari pihak peminjam.
“Petugas itu bilang motornya harus dijual karena tidak ada penyelesaian. Saya hanya mengiyakan karena katanya sudah sesuai aturan,” tuturnya.
Namun, D mengaku semakin terpukul setelah mengetahui proses penjualan dilakukan tanpa adanya konfirmasi lanjutan kepadanya sebagai pemilik sah kendaraan. Ia juga menyoroti adanya perbedaan keterangan terkait harga jual motor tersebut.
“Harga pasaran motor saya sekitar Rp12 juta. Tapi karyawan BMT NU bilang laku Rp8 juta, sementara kepala cabangnya menyebut Rp9,5 juta. Saya bingung, mana yang sebenarnya,” ungkapnya dengan nada bergetar.
Kasus ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, khususnya mengenai legalitas penerimaan jaminan BPKB motor pelsus serta mekanisme penyitaan dan penjualan aset yang diduga dilakukan tanpa persetujuan pemilik kendaraan.
“Di mana letak kemanusiaan lembaga keuangan yang membawa nama syariah?” ucap D lirih.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BMT NU Dungkek belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Warga berharap ada kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat.***

Tinggalkan Komentar