Makanan Mentah Jadi Menu MBG di Lebbeng Timur, Aktivis PMII Siapkan Pelaporan

Sumenep, Rangkuman – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Lebbeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kini tengah menjadi sorotan masyarakat.
Sorotan tersebut mencul setelah adanya temuan makanan yang dinilai tidak layak konsumsi yang justru dibuang oleh para siswa di sekitar salah satu Lembaga Pendidikan di Desa Prancak.
Keluhan yang berkembang di lapangan tidak hanya berpusat pada kualitas menu yang disajikan, melainkan juga menyangkut aspek kesesuaian Standar Gizi dan kondisi fisik makanan saat diterima oleh peserta didik.
Baca Juga : Perkuat Sinergi, PC PMII dan Kapolresta Sumenep Soroti Galian C dan Limbah Tambak
Sebagai program strategis nasional yang menggunakan anggaran negara, pelaksanaan MBG semestinya wajib mengutamakan kualitas, keamanan pangan, kecukupan gizi, serta kepatuhan terhadap Standar Operasional Produksi (SOP), bukan sekadar mengejar target jumlah distribusi.
Temuan mengenai makanan yang terbuang ini kemudian disampaikan oleh Khairul Jazil, salah satu Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Sumenep.
Berdasarkan dokumentasi dan informasi yang dihimpun, banyak siswa serta guru yang lebih memilih membuang makanan tersebut ke lorong-lorong sekolah daripada mengonsumsinya.
Khairul Jazil yang sempat bertanya langsung kepada siswa mengungkapkan bahwa alasan utama pembuangan tersebut adalah karena daging dalam menu dinilai masih mentah atau belum matang dengan sempurna.
Baca Juga : Pita Jalan, Pabrik Mati” GEMPITA Sumenep Minta Bea Cukai Evaluasi Perusahaan Rokok
“Lauknya mentah, banyak siswa dan guru lebih memilih membuangnya dari pada mengkonsumsinya,” Ucap Khairul Jazil Pada Rabu, 12/08/2026
Meskipun pengakuan dari para siswa mengenai kondisi daging yang belum matang tersebut masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta instansi terkait, Jazil menegaskan bahwa persoalan ini harus disikapi secara seserius
“Kita tunggu klarifikasi dari SPPG Lebbeng Timur, dan kita akan kawal temuan ini” Tegasnya
Kejadian ini dinilai menjadi indikasi kuat perlunya evaluasi menyeluruh terhadap cita rasa, kualitas menu, hingga mekanisme pengawasan dan distribusi makanan program MBG agar anggaran negara tidak terbuang percuma.
Sebagai langkah tindak lanjut, Khairul Jazil mengaku telah mengantongi sejumlah bukti kuat berupa informasi dan dokumentasi dari pihak siswa maupun guru.
“Kita punya bukti, baik foto maupun rekaman audio hasil dari investigasi kami kemarin” Lanjutnya
Dalam waktu dekat, Jazil berencana melaporkan temuan ini secara resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dan instansi berwenang lainnya.
Baca Juga : BRI Sumenep Diminta Tepati Janji, Keluarga Abdul Hamid Beri Tenggat hingga Jumat
Langkah hukum dan administratif ini diambil dengan harapan dapat memicu evaluasi total terhadap penyelenggaraan MBG di lebbeng timur, demi menjamin keamanan saat dikonsumsi serta efektivitas pengawasan di tingkat SPPG.
“Kami akan melaporkan kejadian ini kepada yang berwenang, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” Tutupnya
Semenjak tulisan ini dirilis belum ada tanggapan apapun dari pihak SPPG Leppeng Timur, sekalipun dihubungi via telpon pun juga belum menemukan titik terang…

Tinggalkan Komentar