Politik
Beranda » Blog » Menuju Demokrasi Bermartabat, Akis Jasuli Serukan Perubahan Mindset Politik di Masyarakat 

Menuju Demokrasi Bermartabat, Akis Jasuli Serukan Perubahan Mindset Politik di Masyarakat 

POTRET. Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sumenep, Akis Jasuli. (Dok. Istimewa/Rangkuman.net) 

SUMENEP, RANGKUMAN – Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sumenep, Akis Jasuli, menyoroti keras praktik politik uang (money politik) yang kerap muncul di setiap momentum kontestasi politik.

Menurutnya, praktik tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan persoalan budaya politik yang sudah mengakar dan harus segera dibenahi.

“Kalau kontestasi politik masih diukur dengan uang, demokrasi kita akan kehilangan arah. Pemimpin yang lahir dari transaksi, bukan dari kepercayaan rakyat, hanya akan membawa kerugian jangka panjang,” tegas Akis Jasuli, Rabu (27/8/2025).

Money Politik dan Kerusakan Demokrasi

Akis menilai money politik adalah ancaman nyata bagi demokrasi, karena menggeser esensi pemilu sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat. Fenomena ini, menurutnya, bukan hanya mencederai integritas pemilu, tetapi juga mematikan ruang adu gagasan.

“Pemilu seharusnya menjadi ruang kompetisi ide, visi, dan program. Tetapi kalau masyarakat masih berpikir soal amplop, sembako, atau janji materi, maka kualitas pemimpin yang lahir tidak akan maksimal,” tambahnya.

Mindset Masyarakat yang Harus Diubah

Lebih jauh, Akis menyoroti mindset masyarakat yang sering kali menganggap pemberian uang atau barang saat masa kampanye sebagai hal lumrah. Bahkan ada anggapan bahwa “kalau tidak ada uang, jangan pilih.”

Menurutnya, cara pandang ini harus diluruskan. “Mindset ini berbahaya. Rakyat tidak boleh menggadaikan masa depan lima tahun hanya dengan uang seratus ribu atau sekarung beras. Yang kita pilih itu pemimpin, bukan pedagang politik,” ujarnya.

Akis menyebut, perubahan mindset tidak bisa instan. Dibutuhkan kerja panjang melalui pendidikan politik, peran aktif partai, tokoh masyarakat, hingga peran media.

Komitmen Partai dan Penegakan Hukum

Akis menegaskan, NasDem Sumenep berkomitmen menjadi bagian dari solusi. Ia mendorong kader dan simpatisan partai agar terlibat aktif memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

“NasDem tegak lurus menolak money politik. Kami ingin masyarakat sadar bahwa suara mereka adalah kehormatan, bukan untuk diperjualbelikan,” tegasnya.

Selain itu, Akis mendorong aparat penegak hukum agar tegas menindak pelaku money politik. Penindakan yang konsisten, menurutnya, akan memberi efek jera sekaligus memperkuat pesan moral bahwa praktik kotor itu tidak bisa ditoleransi.

Harapan Kontestasi Politik Sehat di Sumenep

Menutup pernyataannya, Akis berharap ke depan kontestasi politik di Sumenep mampu menjadi contoh bagaimana demokrasi berjalan sehat, bermartabat, dan bebas dari praktik transaksional.

“Sumenep harus jadi teladan. Mari kita sama-sama ubah mindset. Pilih pemimpin berdasarkan integritas dan gagasan, bukan isi tas dan amplop. Dengan begitu, kita bisa melahirkan pemimpin yang benar-benar peduli pada rakyat,” pungkasnya.***

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.