Berita Pemerintahan
Beranda » Blog » Satgas Bergerak, BGN Bungkam: Pengawasan MBG Tersendat

Satgas Bergerak, BGN Bungkam: Pengawasan MBG Tersendat

Sekretaris Daerah Sumenep, Agus Dwi Saputra. Satgas MBG Slow respons menanggapi temuan Satgas. Sehingga Satgas minim pengawasan. (gravis for Rangkuman)

SUMENEP, rangkuman.net – Di tengah masifnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pengawasannya justru dinilai belum berjalan maksimal. Satuan Tugas (Satgas) MBG mengaku kesulitan mengawasi program triliunan itu lantaran minimnya respons dan koordinasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) melalui jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Situasi tersebut membuat berbagai temuan di lapangan tidak kunjung mendapat kejelasan tindak lanjut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, mengatakan bahwa Satgas secara rutin menyampaikan laporan dan temuan kepada pihak BGN. Namun, laporan tersebut kerap tidak direspons.

“Kami sudah membentuk satgas dan rutin menyampaikan berbagai temuan. Tetapi jarang sekali ada tindak lanjut atau umpan balik dari pihak BGN,” ujarnya, Selasa, 23 Juni 2026.

Menurut eks Kepala Disdik itu, komunikasi sebenarnya telah difasilitasi melalui grup WhatsApp yang melibatkan Satgas, OPD terkait, dan perwakilan BGN. Namun dalam praktiknya, banyak laporan berhenti pada tahap penyampaian tanpa diketahui bagaimana proses penanganannya.

Akibatnya, Satgas kesulitan memantau perkembangan berbagai persoalan di lapangan, termasuk status 16 dapur SPPG yang sebelumnya ditutup sementara.

“Sampai sekarang kami belum mendapat informasi apakah 16 dapur yang ditutup sementara itu sudah kembali beroperasi atau belum,” jelas Agus.

Selain itu, Satgas juga belum menerima laporan terkait kebijakan pembatasan jumlah dapur SPPG di setiap kecamatan. Informasinya, satu kecamatan maksimal hanya dapat memiliki enam dapur SPPG.

“Belum ada penjelasan resmi. Padahal informasi seperti ini penting agar pengawasan di daerah bisa berjalan maksimal,” tambah Agus.

Berdasarkan data Satgas MBG Kabupaten Sumenep, saat ini terdapat 114 dapur SPPG yang telah beroperasi, 10 dapur siap beroperasi, dan 16 dapur masih berstatus ditutup sementara.

Hingga saat ini, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sumenep, M. Kholilur Rahman belum memberikan respons terkait keluhan dan temuan Satgas MBG. Upaya konfirmasi juga dilakukan para awak media kepada Kepala Dinkes P2KB Sumenep, dr. Elliya Fardasyah. Namun tak kunjung mendapat tanggapan. (red)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.