Pemkab Sumenep Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Berkelanjutan

SUMENEP, RANGKUMAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026. Acara ini juga menjadi bagian dari Forum Konsultasi Publik untuk merancang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Musrenbang ini berfungsi sebagai ruang dialog bagi pemangku kepentingan untuk menyampaikan gagasan serta usulan strategis demi pembangunan daerah yang lebih merata dan berkelanjutan.
Bertempat di Ruang Rapat Graha Arya Wiraraja, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, akademisi, tokoh masyarakat, serta organisasi yang peduli terhadap pembangunan Kabupaten Sumenep.
Prioritas pada Kebutuhan Masyarakat
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa pembangunan harus berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya sekadar memenuhi prosedur administratif.
“Hingga saat ini, sebanyak 912 usulan dari warga telah masuk melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD RI), ditambah 933 usulan dari Pokok Pikiran (Pokir) DPRD,” ungkapnya, Kamis (27/3).
Menurutnya, seluruh masukan ini akan melalui proses seleksi yang ketat agar program-program yang dijalankan benar-benar berdampak positif bagi masyarakat.
Mendorong Pembangunan yang Merata
Dalam diskusi, berbagai indikator pembangunan turut dibahas, seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Data menunjukkan peningkatan IPM dari 67,74% pada 2021 menjadi 69,78% pada 2025, serta penurunan angka kemiskinan dari 19,22% pada 2021 menjadi 17,78% pada 2024.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa Musrenbang ini harus menjadi momentum nyata dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Kita harus mengubah cara kerja dari sekadar mengikuti anggaran menjadi pendekatan berbasis program prioritas. Setiap kebijakan harus memiliki dampak nyata bagi kesejahteraan warga,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan agar seluruh masyarakat Sumenep dapat merasakan manfaat yang sama dari pembangunan yang dicanangkan.***

Tinggalkan Komentar