TPNPB-OPM Ancam Perang, Desak Pengakuan Kedaulatan Papua

SUMENEP, RANGKUMAN – Kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyatakan kesiapan mereka untuk berperang melawan militer Indonesia.
Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menegaskan bahwa konflik akan terus berlanjut jika pemerintah Indonesia tidak mengakui hak kedaulatan Papua.
“Kami siap berperang hingga akhir zaman jika hak kedaulatan rakyat Papua tidak diakui. Kami juga meminta para pejabat Papua yang berperan sebagai agen pemerintah Indonesia untuk menghentikan aktivitasnya,” ujar Sebby dalam pernyataan tertulisnya. Dikutip Rangkuman dari Tempo. Rabu (09/04/2025).
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas insiden penembakan di Kuala Kencana, Timika, Papua. Menurut Sebby, kejadian tersebut melibatkan prajurit militer Indonesia yang bertugas di wilayah tersebut.
“Penembakan terhadap Pilot Glenn di Distrik Alama-Mimika, serta terhadap warga asing dan orang Papua, dilakukan demi kepentingan ekonomi,” klaimnya.
Sebby menambahkan bahwa selain alasan finansial, tindakan tersebut juga bertujuan untuk memperkuat alutsista militer serta mengamankan kepentingan perusahaan asing dan nasional di Papua.
“Misi utama mereka adalah meningkatkan kekuatan militer di Papua dan melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan besar,” katanya.
TPNPB-OPM menyatakan tidak akan menghentikan perlawanan kecuali pemerintah Indonesia bersedia menggelar perundingan internasional guna menyelesaikan konflik di Papua.
“Kami mengimbau warga pendatang untuk meninggalkan wilayah konflik bersenjata di Papua demi keselamatan mereka,” tegas Sebby.
Ia juga mengklaim bahwa kelompoknya telah memantau pergerakan intelijen militer Indonesia yang masuk ke wilayah mereka dan kembali mengingatkan warga non-Papua untuk keluar dari daerah konflik.
“Seluruh satuan TPNPB di 36 Kodap telah mengamati aktivitas intelijen militer Indonesia. Oleh karena itu, kami meminta para pendatang untuk meninggalkan wilayah perang,” pungkasnya.***

Tinggalkan Komentar