Hukrim Nasional
Beranda » Blog » Sederet 9 Aib Korupsi Terbesar yang Dikuak Kejaksaan Agung dalam 1 Dekade

Sederet 9 Aib Korupsi Terbesar yang Dikuak Kejaksaan Agung dalam 1 Dekade

POTRET. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan KKKS tahun 2018-2023 di Kejaksaan Agung, (Dok. Istimewa/Rangkuman.net) 

NASIONAL, RANGKUMAN – Kejaksaan Agung kembali membuat gebrakan. Perusahaan tekstil raksasa PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) kini terseret dalam pusaran kasus dugaan penyalahgunaan fasilitas kredit senilai Rp 692 miliar. Dalam penyelidikan yang telah memasuki babak baru, tiga orang resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah Iwan Setiawan Lukminto, Komisaris Utama Sritex; Zainuddin Mappa, mantan Direktur Utama Bank DKI (2020); dan Dicky Syahbandinata, eks Pimpinan Divisi Komersial dan Korporasi Bank BJB tahun 2020.

“Ketiga orang tersebut telah kami tetapkan sebagai tersangka karena ditemukan cukup alat bukti adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pemberian kredit kepada Sritex,” ungkap Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Abdul Qohar, Rabu (21/5/2025).

Pemberian kredit ini dinilai menyimpang dari aturan hukum. Analisis kredit yang seharusnya menjadi dasar kuat justru diabaikan, bahkan beberapa persyaratan wajib, termasuk kelengkapan syarat modal kerja, tidak dipenuhi.

Penyidikan dimulai sejak Sritex dinyatakan pailit pada 2024. Kejanggalan dalam pengelolaan keuangan perusahaan menjadi pintu masuk bagi Kejaksaan Agung untuk mengungkap skandal ini. Namun kasus Sritex hanyalah salah satu dari deretan panjang mega-kasus yang telah sukses dibongkar oleh Kejagung. Berikut beberapa kasus besar lainnya:

Kasus-Kasus Raksasa yang Diungkap Kejaksaan Agung 

Berikut ini 9 kasus korupsi raksasa yang berhasil diungkap oleh Kejagung RI selaam satu dekade terakhir, dikutip dari Tempo, Kamis 29 Mei 20225

1. Skandal Proyek Pabrik Baja PT Krakatau Steel (2011)

Kerugian negara: Rp 6,9 triliunMenyeret 5 mantan pejabat PT KS dan anak usahanya dalam proyek pembangunan pabrik Blast Furnace.

2. Korupsi PT Asabri (2016)

Kerugian negara: Rp 22,7 triliun, melibatkan sejumlah pejabat dan mantan petinggi perusahaan asuransi pelat merah.

3. Pengadaan Pesawat di Garuda Indonesia (2011–2021)

Kerugian negara: Rp 8,9 triliun, menjerat mantan pejabat Garuda dalam pengadaan pesawat yang diduga sarat manipulasi.

4. Dana Fiktif Waskita Beton Precast (2016–2020)

Kerugian negara: Rp 2,5 triliun, penyelewengan dana oleh jajaran internal yang menyebabkan kerugian besar bagi negara.

5. Korupsi Jiwasraya (2008–2018)

Kerugian negara: Rp 16,8 triliun, menyeret nama-nama besar, termasuk direktur perusahaan investasi dan asuransi plat merah.

6. Tata Niaga Timah PT Timah Tbk (2015–2022)

Kerugian negara: Rp 271 triliun, kasus fantastis ini menyeret 21 tersangka, termasuk nama tenar seperti Harvey Moeis dan Helena Lim.

7. Proyek Jalur KA Sumut (2017–2019)

Kerugian negara: Rp 1,3 triliun, proyek mangkrak akibat pelanggaran teknis dan administratif. Mantan pejabat Kemenhub pun ikut terseret.

8. Skandal Emas “Crazy Rich” Surabaya (2018)

Kerugian negara: Rp 35 miliar, budi Said membeli emas 7 ton dari staf PT Antam, namun malah jadi tersangka korupsi karena dugaan kelebihan pengiriman.

9. Korupsi Migas di Pertamina (2018–2023)

Kerugian negara: Rp 193,7 triliun per tahun, salah satu kasus paling monumental. Sembilan tersangka ditetapkan, termasuk petinggi Pertamina dan anak dari taipan migas Riza Chalid.

Dengan sepak terjangnya membongkar skandal keuangan berskala nasional, Kejaksaan Agung terus menunjukkan tajinya sebagai benteng terakhir dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.***

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.