Pemerintahan
Beranda » Blog » Bupati Sumenep Kecam Penipuan Berkedok Bantuan Pesantren

Bupati Sumenep Kecam Penipuan Berkedok Bantuan Pesantren

POTRET. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat memberikan sambutan di sebuah acara beberapa waktu lalu. (Dok. Istimewa/Rangkuman.net) 

SUMENEP, RANGKUMAN– Dunia pendidikan di Sumenep, Madura, digegerkan oleh aksi penipuan yang mencatut nama Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Seorang pria bernama Syamsul Arifin diduga mencoba menipu sebuah pondok pesantren dengan modus tawaran bantuan fiktif.

Pelaku menghubungi langsung KH. Qusyairi Muhammad, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Dliyaut Thalibin di Desa Sogian, Kecamatan Ambunten.

Ia mengaku sebagai utusan resmi pemerintah dan menawarkan bantuan Rp 200 juta untuk rehabilitasi bangunan, pembangunan kamar mandi, serta fasilitas lainnya.

Namun, aksi ini terungkap sebagai penipuan setelah pelaku meminta uang Rp 5 juta dengan alasan pembuatan proposal dan laporan pertanggungjawaban.

Pengurus yayasan, K. Fahmi Baharis, segera mencurigai gerak-gerik dan cara komunikasi pelaku yang tidak meyakinkan.

Setelah ditelusuri, tidak ada dokumen resmi yang membuktikan keterlibatan Pemkab dalam bantuan tersebut.

Bupati Sumenep Beri Peringatan Keras

Menanggapi kasus ini, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo mengecam keras tindakan tersebut.

“Saya tidak akan mentolerir siapapun yang mencatut nama saya atau Pemkab Sumenep untuk aksi penipuan. Ini bukan hanya kriminal, tapi juga merusak citra pemerintahan dan dunia pendidikan,” tegasnya, Senin (7/4) malam.

Bupati Fauzi menegaskan bahwa Pemkab Sumenep tidak memiliki program bantuan seperti yang diklaim pelaku.

Semua bantuan pemerintah, katanya, selalu melalui prosedur resmi dan transparan. Ia juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar kasus ini segera diusut tuntas.

“Saya imbau masyarakat, terutama pengasuh pesantren, kepala sekolah, dan pengelola yayasan, untuk selalu memverifikasi setiap tawaran bantuan yang mengatasnamakan pemerintah. Jangan ragu untuk mengecek langsung ke dinas terkait,” pesannya.

Bupati menegaskan komitmennya dalam menjaga nama baik pemerintahan dan memastikan tidak ada celah bagi oknum yang mencoba menipu lembaga pendidikan di Sumenep.***

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.