Pemerintahan
Beranda » Blog » Program MBG di Batu Putih Dipertanyakan, Siswa Terima Roti Diduga Basi Akibat Distribusi Rangkap Hari

Program MBG di Batu Putih Dipertanyakan, Siswa Terima Roti Diduga Basi Akibat Distribusi Rangkap Hari

POTRET. Menu MBG di salah satu SMK di Kecamatan Batu Putih kamis, 27 November 2025 (Rangkuman.net) 

SUMENEP, RANGKUMAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Batu Putih kembali menuai sorotan. Salah satu guru SMK di wilayah tersebut, berinisial K, mengeluhkan pembagian menu MBG yang diduga sudah tidak layak makan karena dibagikan untuk dua hari sekaligus, yakni Kamis dan Jumat (27–28 November 2025).

Menurut K, dapur penyedia MBG di wilayah itu memberikan jatah dua hari dalam satu waktu, yaitu menu basah (nasi dan lauk) untuk Kamis, serta menu kering berupa roti yang sejatinya adalah menu untuk Jumat. Namun saat Jumat, roti tersebut diduga sudah tidak layak konsumsi dan terasa asam.

“Roti yang diterima siswa pada Jumat itu diduga sudah basi. Rasanya asam dan sudah tidak enak dimakan,” ujar K.

Keluhan itu memunculkan pertanyaan baru, apakah pembagian menu MBG untuk dua hari sekaligus diperbolehkan oleh regulasi?

Dalam sejumlah aturan teknis penyaluran program pangan siswa daerah, termasuk pedoman pemerintah terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terdapat ketentuan umum bahwa, Menu MBG wajib dibagikan secara harian (day-to-day distribution).

Makanan harus dikonsumsi pada hari yang sama, demi menjamin kualitas gizi dan keamanan pangan.

Pembagian untuk dua hari sekaligus tidak dianjurkan, kecuali dalam kondisi force majeure (perubahan jadwal sekolah, libur mendadak, atau alasan kedaruratan distribusi).

Menu basah tidak boleh diberikan untuk konsumsi keesokan harinya, karena memiliki risiko kerusakan makanan (Food safety hazard).

Artinya, jika MBG dibagikan dua hari sekaligus tanpa kondisi darurat yang kuat terutama untuk menu yang mudah rusakhal tersebut tidak sesuai dengan prinsip standar operasional program.

Tanggapan Owner MBG Batu Putih: “Hari Jumat Lembaga Kemenag Libur”

Saat dikonfirmasi, pemilik yayasan MBG Batu Putih, H. Mawardi, membenarkan adanya pembagian jatah dua hari sekaligus. Ia berdalih bahwa sekolah-sekolah di bawah naungan Kemenag libur pada hari Jumat, sehingga jatah Kamis dan Jumat diberikan bersamaan.

“Menu dalam tas kresek itu sebenarnya menu hari Jumat, dibagikan bersamaan dengan menu hari Kamis. Kalau dimakan keesokan harinya lalu terasa beda, itu wajar. Sama seperti makanan kita beli hari ini lalu dimakan besok,”ujarnya.

Mawardi menambahkan bahwa menu roti, susu, buah atau telur untuk hari Jumat bernilai minimal Rp 9.000, sesuai standar rerata penerima manfaat.

Terkait dugaan rasa asam, Mawardi menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan internal.

“Kami selalu menyimpan sampel di freezer sampai esok hari. Jika ada laporan pada hari yang sama, bisa kami tindak lanjuti,” terangnya.

Namun, ia juga mengakui bahwa aturan melarang penggunaan makanan industri yang lebih tahan lama seperti biskuit.

Distribusi MBG Masih Sering Disalahpahami

Mawardi turut menjelaskan bahwa pihaknya hanya mengerjakan wilayah yang sudah ditentukan, dan penetapan sekolah penerima manfaat bukan kewenangannya.

Jumlah penerima manfaat MBG di wilayahnya saat ini mencapai sekitar 2.700 siswa, meningkat dari periode sebelumnya yang hanya 2.200 lebih.***

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.