Pendidikan
Beranda » Blog » Cegah Siswa Terlibat Aksi Demo, Kacabdin Sumenep Putuskan Daring untuk Dua SMA ini

Cegah Siswa Terlibat Aksi Demo, Kacabdin Sumenep Putuskan Daring untuk Dua SMA ini

POTRET. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Kabupaten Sumenep, Budi Sulistyo, saat diwawancarai oleh media diruang kerjanya (Dok. Ury/Rangkuman.net) 

SUMENEP, RANGKUMAN – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Kabupaten Sumenep, Budi Sulistyo, menegaskan kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayahnya tetap berlangsung normal secara luring.

Namun, ada dua sekolah yang sementara waktu menerapkan pembelajaran daring dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan kondusivitas.

Budi menjelaskan, langkah ini diambil berdasarkan sejumlah dasar hukum, antara lain Nota Dinas Pendidikan Jawa Timur serta Surat Edaran (SE) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.

Regulasi tersebut menggarisbawahi pentingnya penerapan nilai karakter positif pada peserta didik, terutama dalam menjaga tanggung jawab dan demokrasi saat menyampaikan pendapat.

“Untuk sekolah negeri maupun swasta, prinsipnya tetap melaksanakan pembelajaran luring seperti biasa. Hanya ada dua sekolah yang kami putuskan daring karena lokasinya berdekatan dengan pusat keramaian,” jelas Budi, saat diwawancarai oleh media di ruang kerjanya. Senin (1/9).

Delapan Poin Kesepakatan

Hasil rapat koordinasi bersama kepala sekolah se-Kabupaten Sumenep, menghasilkan delapan poin kesepakatan:

1. KBM tetap luring di sekolah masing-masing.

2. Doa/istighotsah bersama sebelum KBM dimulai setiap pagi.

3. Orang tua diminta memantau anak setelah pulang sekolah agar tidak ikut kegiatan di luar kendali.

4. Evaluasi pembelajaran tetap dilakukan melalui tes formatif dan penilaian harian.

5. Absensi daring menggunakan Google Maps bagi siswa yang mengikuti pembelajaran atau ujian online.

6. Sekolah swasta/berbasis pondok pesantren tetap menjalankan KBM luring penuh.

7. Siswa SMK yang sedang praktik kerja industri (PKL) mengikuti kebijakan perusahaan masing-masing.

8. SMA/SMK negeri yang berdekatan dengan kantor atau lokasi rawan keramaian sementara waktu melaksanakan pembelajaran daring.

Dua Sekolah Terapkan Daring

Menurut Budi, per 1 September 2025, dua sekolah di Sumenep, yakni SMKN 1 Sumenep menjalankan pembelajaran daring hingga 4 September 2025. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor keamanan siswa.

Sedangkan SMAN 1, hanya hari ini 1 September 2025, dan akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan.

“Kami tidak ingin anak-anak terbawa arus keramaian atau aksi di luar kendali. Keselamatan peserta didik tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Imbauan Kacabdin

Budi juga mengingatkan agar sekolah, guru, dan orang tua bersama-sama menjaga keamanan serta fokus pada proses belajar mengajar. Ia menegaskan, siswa masih berada di bawah umur sehingga tidak dibenarkan ikut dalam kegiatan massa di luar sekolah.

“Anak-anak ini sedang mencari jati diri. Tugas kita adalah mengawal mereka agar tetap fokus belajar. Masa depan mereka yang cerah adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.***

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.