Sosial
Beranda » Blog » TAGANA Sumenep Konsisten Kawal Kesiapsiagaan Bencana di Wilayah Daratan dan Kepulauan

TAGANA Sumenep Konsisten Kawal Kesiapsiagaan Bencana di Wilayah Daratan dan Kepulauan

POTRET. Kepala Dinsos Sumenep, Mustangin, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, (Dok. Istimewa/Rangkuman.net) 

SUMENEP, RANGKUMAN – Relawan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) di seluruh kecamatan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam.

TAGANA merupakan kelompok relawan sosial yang berasal dari masyarakat dan berperan aktif dalam perlindungan sosial, khususnya di bidang penanggulangan bencana.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Mustangin, menyampaikan bahwa TAGANA telah terbentuk di seluruh kecamatan, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

“Semuanya sudah terbentuk di kecamatan, baik di daratan maupun di kepulauan,” ujar Mustangin, Selasa (29/4).

Ia menjelaskan bahwa relawan secara aktif memantau dan melaporkan kondisi wilayahnya masing-masing, termasuk informasi terkait cuaca dan potensi bencana.

Laporan-laporan tersebut dikirim melalui grup aplikasi perpesanan untuk mempercepat koordinasi.

Dalam situasi darurat, relawan TAGANA segera melaporkan kejadian kepada Dinsos Sumenep dan menghubungi layanan darurat melalui call center 112.

Salah satu contoh keterlibatan aktif mereka adalah saat menghadapi kekeringan ekstrem di sejumlah daerah, di mana TAGANA turut membantu distribusi air bersih.

Mengenai bantuan bagi korban bencana, Mustangin menjelaskan bahwa penanganan dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Namun demikian, hingga kini, para relawan TAGANA belum mendapatkan status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ataupun Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami sudah menyampaikan aspirasi pengangkatan TAGANA ke Kemensos saat berkunjung ke Kabupaten Bangkalan,” tambahnya.

Namun, menurut keterangan Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.***

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.