Nasional
Beranda » Blog » Pemerintah Cabut Izin Empat Tambang di Raja Ampat, Prabowo Ingin Setop Aktivitas Tambang Nikel

Pemerintah Cabut Izin Empat Tambang di Raja Ampat, Prabowo Ingin Setop Aktivitas Tambang Nikel

POTRET. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, saat diwawancarai oleh awak media, (Dok. Istimewa/Rangkuman.net)

NASIONAL, RANGKUMAN – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan pencabutan empat Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Kebijakan ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin menghentikan aktivitas tambang nikel di wilayah tersebut.

Empat perusahaan yang dicabut izinnya adalah PT Anugerah Surya Pratama (ASP), PT Mulia Raymond Perkasa (MRP), PT Kawei Sejahtera Mining (KSM), dan PT Nurham.

Sementara itu, hanya PT Gag Nikel yang masih diperbolehkan beroperasi karena telah mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk tahun 2025.

“Dari lima IUP, hanya satu yang masih aktif karena mengajukan RKAB. Empat lainnya kami cabut izinnya,” ujar Bahlil dalam konferensi pers pada Selasa, dikutip dari Tempo, Kamis (12/06/2025)

Bahlil menjelaskan bahwa pencabutan izin dilakukan karena sejumlah pelanggaran, antara lain tidak memiliki RKAB serta indikasi pelanggaran lingkungan. Selain itu, area operasi tambang tersebut berada di kawasan geopark yang dilindungi.

“Sebagian izin ini diterbitkan pada 2004 hingga 2006 oleh pemerintah daerah berdasarkan Undang-Undang Minerba lama. Namun, kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk kita benahi,” kata Bahlil.

Ia juga menambahkan bahwa keempat perusahaan tersebut belum sempat beroperasi, dan dua di antaranya sempat mengajukan RKAB namun ditolak oleh Kementerian ESDM. PT Nurham bahkan tidak mengajukan RKAB sama sekali.

Sehari sebelumnya, pada Senin, 9 Juni 2025, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, bersama sejumlah menteri terkait. Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Menurut sumber Tempo, rapat itu membahas rencana penghentian tambang nikel di Raja Ampat.

“Prabowo mau setop tambang nikel,” kata sumber yang terpercaya.***

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.