Tiga Sekolah Internasional di Jakarta dan Tangerang Terima Ancaman Bom dari Nomor Luar Negeri, Polisi Bentuk Tim Gabungan

NASIONAL, RANGKUMAN — Teror bom kembali menggemparkan dunia pendidikan. North Jakarta Intercultural School (NJIS) di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, menjadi salah satu sekolah yang menerima ancaman bom pada Selasa (7/10/2025) Kemarin.
Peristiwa serupa juga menimpa dua sekolah internasional lain di wilayah Tangerang, yakni Jakarta Nanyang School (JNY) di Pengadegan, Kabupaten Tangerang, dan Mentari Intercultural School (MIS) di Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Ketiga sekolah tersebut menerima pesan ancaman yang identik, dikirim dari nomor luar negeri +2349165620857. Pesan tersebut berisi ancaman ledakan bom dalam waktu 45 menit dan permintaan uang tebusan sebesar 30.000 dolar Amerika (sekitar Rp498 juta) melalui alamat Bitcoin yang tercantum dalam pesan.
“Kami punya bom di sekolahmu. Bomnya akan meledak dalam 45 menit. Jika tidak membayar, kami akan meledakkannya segera,” demikian isi pesan berbahasa Inggris yang diterima pihak sekolah. Dikutip dari Kompas, Kamis (09/10/2025)
Usai menerima ancaman tersebut, pihak NJIS segera melaporkannya ke Polsek Kelapa Gading. Tim Gegana Polda Metro Jaya bersama petugas Polsek langsung melakukan penyisiran menyeluruh di seluruh area sekolah, termasuk ruang kepala sekolah, laboratorium, ruang tamu, kantin, dan area bermain siswa.
Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko memastikan, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan bahan peledak atau benda mencurigakan.
“Sekitar pukul 09.30 WIB, Tim Penjinak Bom menyatakan tidak ada bom atau bahan berbahaya di lokasi,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, polisi memperketat pengamanan di enam sekolah internasional lain di Jakarta Utara dan sekitarnya. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup untuk memberikan rasa aman bagi siswa, guru, dan orang tua.
“Tujuannya agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal tanpa kepanikan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Erick.
Selain meningkatkan keamanan, kepolisian juga membentuk tim gabungan antara Polres Metro Jakarta Utara, Polres Tangerang, dan Direktorat Cyber Polda Metro Jaya untuk melacak pelaku di balik teror ini.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki asal usul pesan tersebut, termasuk kemungkinan bahwa pelaku menggunakan nomor luar negeri untuk mengaburkan identitasnya.
“Kami masih melakukan pelacakan dan penyelidikan apakah pelaku berada di luar negeri atau di dalam negeri,” kata Erick.***

Tinggalkan Komentar